Debat Kandidat Walikota Palembang Di Batasi 30 Media

oleh

PALEMBANG, KOMPASSINDO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang akan gelar debat publik paslon Walikota dan Wakil Walikota Palembang tahun 2018, pada 22 Juni 2018 nanti.

Komisioner KPU Kota Palembang Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat A Karim Nasution MHum ketika ditemui dikantornya oleh awak media mengenai perihal peran serta keterlibatan media dalam publikasi debat nanti menyatakan, akan membatasi lembaga penyiaran dan TV lokal serta media yang lainnya dalam keikutsertaan dalam publikasi nanti. Selasa (19/6/18).

“Nanti media yang kita ikut sertakan dalam acara debat nanti hanya berjumlah sebanyak 30 media saja, ketika disinggung apa yang menjadi standar media tersebut dengan bercanda beliau menjawab, yaa media kalian seringa ngak dalam mempublikasihkan pemberitaan di KPU Kota Palembang” Selasa (19/6/18).

Mengenai hal tersebut Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Selatan H. Ocktap Riady, SH angkat bicara beliau menilai KPU kota Palembang sangat keliru dalam hal ini dalam membatasi dan memilih milih media dalam acara debat nanti.

Ocktap menambahkan KPU kota Palembang sangat tidak bijak dalam memberikan keputusan, ini berarti KPU telah menghalang halangi kerja dari wartawan, seharusnya KPU harus memfasilitasi awak media dalam acara nanti, ujarnya.

Medengar hal tersebut Pemerhati Politik (Forum Demokrasi Sriwijaya/ ForDes), Bagindo Togar Bb berpendapat, kebijakan Membatasi Jumlah Media, memang merupakan Hak kelembagaan KPU. Akan tetapi yang menjadi Pertanyaan, standard atau parameter KPUD dalam menentukan Para Media yang diperkenankan untuk meliput Acara Debat Acara Pilkada Tersebut.

Disisi lain, Para Media juga merupakan representasi & Sounder Masyarakat dalam berpartisipasi dalam event Demokrasi Pemilukada.

Bagindo togar menambahkan Bahkan dalam, Frekuensi & Durasi tahapan Debat tersebut Hanya Sekali, juga durasi waktu Debatnya nanti relatif singkat, tatkala Acara Debat yang akan dilaksanakan tanggal 22 Juni di Hotel Aston. Bagaimana efektifitas substansi & Tujuan dari Debat Kandidat terbuka tersebut,

Wilayah lain sering sekali melakukan acara tersebut bahkan berkali kali karena frekuensi idealnya harus lebih dari satu kali, dengan wajah tersenyum Bagindo Togar mempertanyakan Pihak Siapa yang kelak diuntungkan dengan semua hal teramat sangat serba ” dibatasi ” ini.  (fadel/ril)

 

Tentang Penulis: Kompassindo Cyber Media

Gambar Gravatar
Tampang Sangar Tapi Hati Selembut Salju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *