COBA BACA DAN LIHAT STNK ANDA, Apa Kegunaan SWDKLLJ?

oleh

PALEMBANG, KOMPASSINDO – Pernah mendengar/membaca SWDKLLJ ? coba rekan2  cermati STNK kendaraan. Saat kita membayar pajak kendaraan otomatis kita akan dikenai biaya SWDKLLJ. Terus SWDKLLJ apakah itu ? kegunaannya untuk apa ?

SWDKLLJ yaitu kepanjangan dari Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan. Nah dengan membayar SWDKLLJ berarti kita melakukan gotong royong dan membantu korban kecelakaan lalulintas yang dikelola oleh perusahaan BUMN yang bernama Jasa Raharja. Besarnya tarif SWDKLLJ tergantung dari tipe kendaraan. Untuk motor berkapasitas mesin 50 cc s. d. 250 cc akan dikenai tarif Rp 35rb. Sedang untuk jenis sedan, jip dan lain-lain sebesar Rp143 rb.  Ujar Herryandi Sinulingga Ap selaku Kepala UPT Bapenda Prov Sumsel Palembang II

Kepala  jasa raharja  cabang sumsel menambahkan Taufik adnan  menambahkan  Kegunaan yang   didapat dari SWDKLLJ yaitu kita memperoleh perlindungan dasar bila terjadi kecelakaan jalan raya yang diakibatkan oleh kendaraan bermotor. Besarnya  santunan yang diperoleh oleh Jasa Raharja berdasar pada Ketetapan Menteri Keuangan RI No 15/PMK. 010/2017 dan 16/PMK. 010/2017tanggal 13 Februari 2017yaitu :

– Meninggal Dunia, sebesar Rp 50 juta

– Cacat  (Maksimal), sebesar Rp 50 juta

– Biaya Rawat (Maksimal), sebesar Rp20 juta

– Biaya Penguburan, sebesar Rp. 2 juta

Bagaimana caranya dapatkan santunan ?

1.Laporan Kepolisian mengenai peristiwa kecelakaan lalu Menghubungi kantor Jasa Raharja terdekat.

2.Mengisi formulir pngajuan santunan dgn melengkapi, surat keterangan kesehatan dari dokter, KTP/jati diri            korban/ahli waris korban).

3.Jika korban luka2 jadi dilampirkan kwitansi biaya perawatan & pengobatan yang asli sedang jika meninggal dunia jadi dibutuhkan Kartu Keluarga atau Surat Nikah.

4.Hak santunan jadi tidak berlaku bila mengajukan lebih dari 6 bulan. sejak mulai terjadinya musibah atau tak diakukan penagihan kurun waktu 3 bln, sejak mulai hak santunan di setujui oleh Jasa Raharja.

Oh ya,kaitanya dengan alat angkutan umum darat santunan ini diberikan tidak cuma pada seseorang/pengemudi tapi juga berlaku pada berapa penumpang yang turut jadi korban kecelakaan.

Jadi kita harus tahu hak kita apabila menjadi korban kecelakaan lalulintas jalan dan alat penumpang umum & jangan pernah terlambat memprosesnya !!  Terjadi kenaikan santunan Dari ketentuan sebelumnya bahwa  Berdasarkan  Peraturan Menteri Keuangan RI No.15 dan 16 /PMK.10/2017 Tanggal 13 Februari 2017

Meninggal dunia (ahli waris) naik dari Rp 25 juta menjadi Rp 50 juta.

– Cacat tetap naik dari Rp 25 juta menjadi Rp 50 juta.

– Biaya perawatan luka-luka maksimal naik dari Rp 10 juta menjadi Rp 20 juta.

– Penggantian biaya P3K dari tidak ada menjadi Rp 1 juta.

– Penggantian biaya ambulans dari tidak ada menjadi Rp 500 ribu.

– Biaya penguburan (jika tidak ada ahli waris) naik dari Rp 2 juta menjadi Rp 4 juta.

Kita semua wajib tahu .. karena ada haknya pungkasnya.  (fadhel)

 

Tentang Penulis: Kompassindo Cyber Media

Gambar Gravatar
Tampang Sangar Tapi Hati Selembut Salju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *