Dari Limbah Menjadi Primadona

oleh

SAWAHLUNTO, KOMPASSINDO – Memiliki kapasitas 2 x 100 MW, PLTU Ombilin adalah salah satu pembangkit dibawah pengelolaan PT PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan yang mendapat penilaian kinerja lingkungan PROPER HITAM pada tahun 2014 lalu. Ini disebabkan karena salah satunya belum adanya tempat pembuangan limbah _Fly Ash & Bottom Ash_ (FABA). Sedangkan FABA yang dihasilkan dalam satu hari dapat mencapai 300 ton, sehingga FABA ini menggunung dan memunculkan masalah lain termasuk operasional pembangkitan listrik terganggu.

Manajemen dan segenap karyawan PLN Sektor Pembangkitan dan Pengendalian Pembangkitan Ombilin juga tak pernah kehabisan ide untuk menanggulangi LIMBAH ini. Berbagai inovasi penanggulangan FABA ini pun tak main – main untuk dikembangkan. Sebut saja produk PUSAKO (Pupuk Silika Abu Kota Sawahlunto) pemenang Juara II Inovasi Tingkat Nasional 2017, Alfathco (Alumunium Ferri Sulfat sebagai Coagulant) pemenang Juara I Inovasi Tingkat Nasional 2016 dan masih banyak lagi. Namun semua ini masih menemui kendala dengan Izin Pemanfaatan yang tak kunjung terbit dari KLHK. Dan sekarang satu persatu jalan sudah dilalui termasuk Izin Pemanfaatan yang telah berhasil dikantongi PLTU Ombilin.

Adalah PT Kunango Jantan yang telah berhasil memanfaatkan FABA PLTU Ombilin menjadi banyak produk bermutu seperti Batako, Bata Ringan, Paving Block dan sebagainya. Bermodalkan izin pemanfaatan yang dikeluarkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (KLHK) pada 11 Desember 2017 lalu, PT Kunango Jantan langsung memproduksi produk – produk tersebut. Dilihat  dari segi operasional mereka, menggunakan FABA PLTU Ombilin dapat mensubstitusi penggunaan semen dan pasir sehingga biaya produksi lebih murah. Dengan demikian, hal ini dapat membuktikan bahwa FABA PLTU Ombilin dapat dimanfaatkan menjadi produk bermanfaat lainnya. Dari limbah juga bisa menjadi primadona yang dilirik produsen – produsen pengguna FABA dalam bahan baku operasional produksinya.

Wiluyo, Direktur PLN Regional Sumatera ketika sedang berkunjung ke Sumatera Barat (18/12/2017) menyempatkan diri ke PT Kunango Jantan dan melihat langsung proses produksi FABA disana. Beliau berharap pemanfaatan FABA ini juga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat Sawahlunto pada khususnya dan Sumatera Barat pada umumnya.

Hal senada juga diungkapkan Dinda Alamsyah (Manajer PT PLN (Persero) Sektor KIT Ombilin) “Kami berusaha untuk mendorong adanya usaha masyarakat sekitar yang membutuhkan FABA sebagai bahan bakunya (Pabrik batako, dsb), selain untuk mengatasi permasalahan penumpukan FABA juga untuk menciptakan lingkungan yang hijau dan kondusif. Bahkan kedepannya pemanfaatan FABA ini juga diharapkan dapat dikelola bersama masyarakat dalam program CSR berkesinambungan,”pungkasnya.  (fadhel/rill)

Tentang Penulis: Kompassindo Cyber Media

Gambar Gravatar
Tampang Sangar Tapi Hati Selembut Salju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *